My Family

Keluarga Tercinta yang selalu ada dan mendukung di setiap langkah dalam menapaki realita hidup ini.

  • Teman berbagi suka maupun duka, Merisna Oktriani, Ghina Mar'atul Fitriana, Marlinda Nurul Huda dan Lu'lu Nurwalidah
  • My Kecew

    Teman berbagi suka maupun duka, Merisna Oktriani, Ghina Mar'atul Fitriana, Marlinda Nurul Huda dan Lu'lu Nurwalidah

    My Classmate

    Bersama warga Kapilaritas Physic Education 2010 B

    My COKELAT

    Bersama warga COKELAT SMANDACIS IPA 1 dalam acara BUKA BERSAMA beberapa tahun lalu. Sungguh merindukan kalian semua.

  • My HIMABersama warga HMP Fisika dalam acara GEBYAR EUREKA XII
  • My HIMA

    Bersama warga HMP Fisika dalam acara GEBYAR EUREKA XII

    Sabtu, 08 Desember 2012

    My Task


    LAPORAN STUDI KASUS
    Lingkungan Pasar Ujungberung

    Tugas disampaikan
    Untuk memenuhi salah satu tugas ujian tengah semester (UTS)
    Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan

    Dosen Pengampu:





    Oleh :

    Lulu Nurwalidah
    Merisna Oktriani
    Pipih Epiah Nurdiana
    1210207061
    1210207065
    1210207085

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
    JURUSAN MIPA
    FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
    TAHUN 2012


    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “LAPORAN STUDI KASUS DI LINGKUNGAN PASAR UJUNGBERUNG”. Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Ujian Tengah Semester mata kuliah Pengetahuan Lingkungan.
    Meskipun banyak kendala yang penulis hadapi dalam menyusun laporan ini, akan tetapi dengan kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya laporan ini dapat terselesaikan.
    Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan konstribusi berupa saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi penulis.


    Bandung, 19 November 2012



    Penulis





    LAPORAN STUDI KASUS
    DI LINGKUNGAN PASAR UJUNGBERUNG

     

         I.          Pendahuluan

    a)    Latar Belakang

    Lingkungan hidup merupakan ruang lingkup kita dalam menjalankan aktifitas  kehidupan sehari-hari. Namun, terkadang masyarakat kita sangat kurang akan kesadarannya dalam menjaga lingkungan hidup mereka. Faktanya masih banyak sampah yang berkeliaran di jalanan, dan banyak juga sampah yang berserakan di sungai. Ini sangat buruk akibatnya untuk lingkungan, karena sampah akan menjadi musuh utama lingkungan apabila kita tidak mengelolanya dengan baik.
    Pada umumnya pasar sangat identik dengan lingkungan hidup yang kurang sehat. Hal ini dikarenakan kurang sadarnya masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga lingkungan mereka dengan baik. Maka dari itu kami mengangkat tema lingkungan hidup di sekitar pasar, dimana upaya mereka dalam mengatasi sampah dan dan apa saja yang mereka lakukan dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan di sekitar pasar.

    b)   Permasalahan

    Adapun permasalahan yang ada di lapangan adalah sebagai berikut:
    1.      Bagaimana cara mengatasi penumpukan sampah di TPS Pasar Ujungberung?
    2.      Bagaimana upaya pemerintah dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Pasar Ujungberung?

    c)    Tujuan

    Adapun tujuan dalam makalah yang kami buat ini adalah sebagai berikut:
    1.      Sejauh mana upaya PD unit Pasar Ujungberung dan PD kebersihan dalam mengatasi penumpukan sampah di TPS pasar Ujungberung.
    2.      Upaya apa saja yang telah pemerintah lakukan dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Pasar Ujungberung.

      II.          Fokus Observasi

    Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

    III.          Metode Penelitian

    a)    Subjek Penelitian

    Subjek penelitian dalam makalah ini adalah Pasar Ujungberung khususnya dalam pengelolaan sampah dan upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan Pasar Ujungberung agar konsumen dan masyarakat sekitar merasa nyaman berada di lingkungan Pasar Ujungberung.

    b)   Teknik Pengumpulan

    Teknik pengumpulan data yang kami lakukan melalui wawancara kepada Kepala Perusahaan Daerah Unit Pasar Ujungberung , Kepala Perusahaan Daerah Kebersihan Pasar Ujungberung, petugas kebersihan Pasar Ujungberung dan masyarakat sekitar Pasar Ujungberung.

    c)    Pokok pertanyaan yang diajukan

    Pertanyaan yang kami ajukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
    1.   Langkah apa saja yang sudah dilakukan pemerintah untuk menangani masalah sampah?
    2.   Bagaimana dampak terhadap lingkungan sekitar dengan kondisi pasar yang seperti ini?
    3.   Menurut anda lingkungan pasar yang seperti ini? Apakah sehat atau tidak?
    4.   Bagaimana upaya dari anda untuk mengurangi banyaknya sampah disekitar sampah ini?
    5.   Apakah anda nyaman dengan kondisi lingkungan pasar yang seperti ini, terutama ketika cuaca sedang hujan?

    IV.          Temuan

    a)    Kondisi dan Latar Belakang Masyarakat

    Setelah kami melakukan observasi dan wawancara, kondisi yang kami lihat terpantau tidak begitu bersih mungkin karena cuaca sedang turun hujan dan memang lingkungannya tidak terlalu bersih. Masyarakat tampaknya terbiasa dengan lingkungan yang seperti itu, jika mereka memang berdomisili didekat pasar Ujungberung. Namun bagi masyarakat yang tidak terbiasa mereka merasa kurang nyaman jika melewati TPS Pasar Ujungberung.

    b)   Profil Lingkungan


    c)    Sarana dan Prasarana

    Dari hasil wawancara dan observasi, sarana/prasarana yang tersedia di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara Pasar Ujungberung sudah cukup baik. Akan tetapi, itu masih kurang jika dilihat dari volume sampah yang begitu banyak. Sedangkan sarana/prasarana tersebut tidak bertambah sesuai dengan banyaknya sampah. Petugas kebersihan yang bekerja mengelola sampah di TPS Pasar Ujungberung hanya 17 orang. Dan setelah kami telusuri melalui wawancara ternyata jumlah petugas di TPS tidak bisa ditambah melainkan dipindah tugaskan ke TPS lain. Karena ketentuan tersebut merupakan ketentuan dari pemerintah pusat, jadi pihak pengelola Perusahaan Daerah terutama Perusahaan Daerah Kebersihan mengalami kendala tehadap Sumber Daya Manusia.

      V.          Analisis dan Keterbatasan

    a)    Analisis
    Dari studi kasus yang kami lakukan, kami melihat banyak kendala yang dihadapi petugas dalam menangani kebersihan di Pasar Ujungberung. Dari mulai pembuangan sampah dari masyarakat yang sembarangan hingga semakin banyaknya volume sampah setiap harinya. Sedangkan petugas kebersihan tidak seimbang dengan banyaknya sampah, meski mereka bekerja membersihkan sampah setiap hari pagi hingga malam bahkan jika turun hujan pekerjaan membersihkan sampah ditingkatkan namun seperti yang dikatakan Bapak PD Kebersihan “bukan sampah yang semakin berkurang namun umur saya yang semakin berkurang”. Saat penelitian pun kami sedikit kesulitan karena turunnya hujan. Namun penelitian berjalan lancar dan wawancara pun dapat dilaksanakan dengan baik.
    b)   Keterbatasan Lingkungan
    TPS di Pasar Ujungberung sangat sempit dan kotor, jalan yang dilalui masyarakat pun terkadang macet jika ada truk pengangkut yang sedang memindahkan sampah untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir.

    VI.          Kesimpulan dan Saran

    a)    Kesimpulan
    Berdasarkan penelitian yang kami lakukan bahwa pihak PD unit Pasar Ujungberung mengupayakan kebersihan di dalam lingkungan pasar. Sehingga sampah yang tekumpul dari dalam pasar ditampung di TPS. Dari TPS sampah diangkut ke TPA yang dilakukan oleh pihak PD kebersihan.

    a)    Saran
    Pada penelitian yang kami lakukan, kami menyarankan agar pihak pusat dari PD kebersihan bisa mengupayakan penambahan petugas kebersihan di pasar Ujungberung. Hal ini mengingat banyaknya sampah yg ada di TPS tersebut dan kurangnya tenaga kebersihan. Dan pihak PD unit pasar lebih bisa mengutamakan kebersihan bukan hanya mementingkan laba dari pedagang yang berdagang di pasar Ujungberung.

    Rabu, 30 Maret 2011

    Sejarah Pramuka

    Sejarah Gerakan Pramuka Indonesia adalah rangkuman mengenai sejarah dimana berdirinya gerakan pramuka yang dimulai dari sejak masa saat Indonesia dijajah Belanda sehingga bernama "Hindia-Belanda".

    Masa Hindia BelandaKenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai "saham" besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepanduan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepanduan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.

    Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandsche Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.

    Organisasi Kepanduan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaansche Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.

    Kenyataan bahwa kepanduan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder Muhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hizbul Wathan" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.

    Hasrat bersatu bagi organisasi kepanduan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.

    Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan). Berkas:KBI.jpg

    PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.

    Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepanduan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepanduan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).

    Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

    Masa Bala Tentara Dai Nippon"Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepramukaan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.Karena Pramuka merupakan suatu organisai yang menjungjung tinggi nilai persatuan.Oleh karena itulah bangsa jepang tidak mengijinkan Pramuka tetap lahir di bumi pertiwi.

    Masa Republik IndonesiaSebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.

    Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.

    Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

    Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepramukaan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.

    Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.

    Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organi-sasi kepramukaan menga-dakan konfersensi di Ja-karta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.

    Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia

    Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepramukaan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.

    Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.

    Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepramukaan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.

    Seminar Tugu ini meng-hasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan ke-pramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan Novem-ber 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan".

    Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.

    Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.

    Kelahiran Gerakan Pramukasejarah pramukaGerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.

    Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

    Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).

    Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

    Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.

    Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

    Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

    Kelahiran Gerakan PramukaGerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

    1.Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
    2.Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
    3.Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
    4.Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
    Gerakan Pramuka DiperkenalkanPidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

    Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.

    Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.

    Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

    Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

    Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

    Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

    Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

    Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka

    Jumat, 01 Mei 2009

    Topologi Jaringan

    Topologi Jaringan

    Topologi jaringan adalah bagian yang menjelaskan hubungan antar komputer yang di bangun berdasarkan kegunaan, keterbatasan resource dan keterbatasan biaya, berarti topologi-topologi jaringan yang ada bisa disesuaikan dengan keadaan di lapangan.

    Topologi jaringan ada beberapa bentuk sebagai berikut.

    1. Topologi Bus

    Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer. Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.

    bus topologi

    Gambar topologi bus

    Topologi ini awalnya menggunakan kable Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi. Tapi pada saat ini topologi ini di dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic) akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya.

    2. Topologi Cincin

    Topologi cincin atay yang sering disebut dengan ring topologi adalah topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung membuat lingkaran. Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.

    ring topologi

    Gambar ring topology

    Adapun kelebihan dari topologi ini adalah kabel yang digunakan bisa lebih dihemat. Tetapi kekurangan dari topologi ini adalah pengembangan jaringan akan menjadi susah karena setiap komputer akan saling terhubung.

    3. Topologi Token Ring

    Topologi ini hampir sama dengan topologi ring akan tetapi pembuatannya lebih di sempurnakan. Bisa di lihat dari perbedaan gambar.

    token ring topologi

    Gambar topologi token ring

    Didalam gambar jelas terlihat bagaimana pada token ring kable penghubung di buat menjadi lingkaran terlebih dahulu dan nantinya akan di buatkan terminal-terminal untuk masing-masing komputer dan perangkat lain.

    4. Topologi Bintang

    Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Pada topologi ini kita sudah menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan jaringan komputer. Contoh alat yang di pakai disini adalah hub, switch, dll.

    star topologi

    Gambar topologi star

    Pada gambar jelas terlihat satu hub berfungsi sebagai pusat penghubung komputer-komputer yang saling berhubungan. Keuntungan dari topologi ini sangat banyak sekali diantaranya memudahkan admin dalam mengelola jaringan, memudahkan dalam penambahan komputer atau terminal, kemudahan mendeteksi kerusakan dan kesalahan pada jaringan. Tetapi dengan banyak nya kelebihan bukan dengan artian topologi ini tanpa kekurangan. Kekurangannya diantaranya pemborosan terhadap kabel, kontol yang terpusat pada hub terkadang jadi permasalahan kritis kalau seandainya terjadi kerusakan pada hub maka semua jaringan tidak akan bisa di gunakan.

    5. Topologi Pohon

    Topologi pohon atau di sebut juga topologi hirarki dan bisa juga disebut topologi bertingkat merupakan topologi yang bisa di gunakan pada jaringan di dalam ruangan kantor yang bertingkat.

    tree topologi

    Gambar topogi pohon (tree)

    Pada gambar bisa kita lihat hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan dengan hirarki yang jelas.sentral pusat atau yang berada pada bagian paling atas merupakan sentral yang aktiv sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah sentral yang pasif.

    Jaringan komputer

    Jaringan komputer
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Langsung ke: navigasi, cari

    Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:

    * Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk
    * Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
    * Akses informasi: contohnya web browsing

    Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

    Klasifikasi Berdasarkan skala :

    * Personal Area Network (PAN)
    * Campus Area Network (CAN)
    * Local Area Network (LAN)
    * Metropolitant Area Network (MAN)
    * Wide Area Network (WAN)
    * Global Area Network (GAN)

    Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:

    * Client-server

    Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.

    * Peer-to-peer

    Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.

    Berdasarkan topologi jaringan: Berdasarkan [topologi jaringan], jaringan komputer dapat dibedakan atas:

    * Topologi bus
    * Topologi bintang
    * Topologi cincin
    * Topologi mesh
    * Topologi pohon
    * Topologi linier

    Senin, 06 April 2009

    Indahnya Kebersamaan


    Kita sebagai manusia tak dapat hidup sendiri, karena kita adalah makhluk sosial... Dengan begitu, kebersamaan kita dengan orang-orang terdekat kita sangat berarti.. Apa jadinya kita bila tanpa mereka? Apakah kita masih bisa hidup layaknya yang telah kita alami selama ini???? Tentu saja berbeda.... Kita akan merasa kehilangan dan kita harus berusaha bangkit agar kita sanggup hidup tanpa mereka..... Seperti yang terjadi pada foto di atas kebersamaan itu sangatlah indah.... kedekatan yang terjalin semoga semuannya tidak mudah lekang oleh waktu. Walau kita saling berjauhan kita akan tetap bersama.......... Karena kita keluarga, karena kita satu kesatuan, karena memang Insya Allah selamanya kita akan bersatu.........Aku harap Kebersamaan ini selamanya tak terpisahkan, walau keberadaan kita berjauhan....... Amien.........

    Sabtu, 28 Maret 2009

    Aneka Roma Kehidupan

    "Layaknya manusia, kita memiliki berbagai pengalaman hidup yang beraneka ragam. . . Semua itu bermacam-macam yang terjadi. . . Ada yang menyenangkan, menyedihkan, bahkan yang paling membosankan pun ada. . . Namun dikala duka kita tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan, kita harus selalu ingat setelah duka maka suka pun akan segera datang menghampiri kita. . . Seperti yang kita ketahui, Hidup bagaikan perputaran bumi yang selalu berotasi pada porosnya. . . Itulah Aneka Roma Kehidupan. . .

    Kehidupan Manusia

    "Setiap manusia pasti memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda. Baik itu menyenangkan ataupun sebaliknya.. Namun itu semua bukan merupakan indikator bagi kita untuk menjalani hidup sebagai mana yang sudah kita lakukan.... Justru kita harus bisa mengambil hikmah dari itu semua yang telah terjadi.."